Wednesday, July 9, 2014

Kisruh Quick Count

Pesta rakyat sudah terlaksana, kini tinggal menunggu hasilnya. Yang membingungkan masyarakat, dari beberapa lembaga survey yang melaksanakan perhitungan cepat, terdapat hasil yang berbeda. Memang hasil perhitungan cepat itu bukanlah penentu kemenangan dari salah satu capres-cawapres. Namun hasil yang diberikan akan sangat mempengaruhi opini publik. 

Dari hasil perhitungan cepat pada pemilu pemilu sebelumnya bahwa perbedaan antara hasil quick count dan real count tidak berbeda jauh. Hal ini tentu akan sangat berbahaya jika opini publik sudah terbentuk dan memenangkan salah satu capres-cawapres namun hasil real count memberikan hasil yang berbeda atau sebaliknya. Tentu saja publik akan berpikir bahwa telah terjadi kecurangan dalam perekapan suara oleh pihak KPU. Hal ini tentu saja bisa memicu protes bahkan lebih dari itu bisa menimbulkan konflik. 

Hendaknya masing masing kubu memberikan arahan dan himbauan kepada pendukungnya untuk menahan diri dari hal hal yang dapat mengundang konflik. Sampaikan bahwa kita harus bersabar dan menunggu KPU untuk menyelesaikkan perhitungannya dan tentu saja harus siap menerima kemenangan maupun kekalahan. Karena kubu mana pun yang jadi presiden, kemenangan harus ada pada rakyat. MERDEKA!!!

Friday, June 27, 2014

Konsep Pertanian Organik

Belakangan muncul wacana tentang "Ketahanan Pangan" yang sering didengungkan oleh capres kita. Saya rasa konsep yang diusung sudah cukup bagus yaitu dengan pembangunan lahan sawah baru, bank tani dan lain lain.

Namun, menurut saya ada satu hal yang kurang diperhatikan, yaitu tentang konsep pertanian itu sendiri. Konsep pertanian yang diusung oleh kedua capres kita masih belum menyentuh tentang "revolusi pertanian" yaitu bagaimana merubah pola pertanian yang selama ini sudah berjalan.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa masalah besar yang sering dialami oleh sebagian besar petani adalah tentang harga pupuk yang semakin mahal, lahan yang terbatas dan harga jual yang rendah. Hal hal seperti itu sangat tidak menguntungkan bagi petani. Selama ini konsep konsep yang sering saya dengar adalah dengan pemberian subsidi pada pupuk kimia. Dengan begitu petani bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang relatif lebih murah. Namun cara ini saya pikir kurang efektif, di satu sisi subsidi ini membebani keuangan negara dan hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah tentang "Kesehatan Tanah" para petani yang sampai saat ini kondisinya adalah semakin memburuk akibat pestisida kimia secara terus menerus. Tanah kita semakin lama semakin tidak produktif, selain itu faktor kestehatan manusia juga sering terabaikan dengan penggunaan pestisida kimia. Jadi seberapa besarpun subsidi kimia yang diberikan pemerintah, maka hal itu tidak akan merubah pola pertanian konvensional yang selama ini berjalan. Yang ada adalah kondisi tanah akan semakin rusak, hasil panen semakin menurun.

Menurut saya konsep yang perlu diterapkan pada pertanian kita adalah tentang konsep "Pertanian Organik". Kenapa pertanian organik? Berikut beberapa alasannya:

  1. Dengan pola pertanian organik petani tidak perlu tergantung dengan pupuk pabrikan, bahkan petani bisa membuat pupuk sendiri. Bahan bahan semua ada di alam, tinggal bagaimana pemerintah mensosialisasikan dan memberikan bimbingan kepada petani tentang cara cara pembuatan pupuk organik tersebut. Dengan demikian petani tidak lagi tersandera dengan harga pupuk, ketersediaan pupuk, kesehatan lebih terjamin dan tanah kembali sehat.
  2. Pertanian organik lebih sehat. Bayangkan, ketika petani membasmi hama pada tanamannya, mereka memakai masker agar tidak keracunan. Lalu bagaimana dengan yang mengkonsumsi makanan tersebut? Apakah terpikir seberapa banyak racun yang sudah masuk ke dalam tanaman tersebut?
  3. Keseimbangan tanah terjaga. Selama ini tanah pertanian kita sudah semakin rusak akibat terlalu banyak residu kimia, pestisida maupun herbisida. Dengan kondisi demikian, maka akan sangat berpengaruh pada hasil panen. Dengan pola pertanian secara organik, keseimbangan tanah akan kembali pulih. Mikroba mikroba di dalam tanah yang bermanfaat bagi tanaman yang tadinya mati karena racun, perlahan akan tersedia kembali sehingga tanaman akan kembali subur. Bahkan tidak mustahil jika konsep ini sudah berjalan, ke depannya petani tidak perlu menggunakan pupuk untuk pertaniannya karena unsur unsur yang ada di dalam tanah sudah seimbang. Tidak menutup kemungkinan hasil pertaniannya pun akan semakin melimpah. Dengan lahan yang sama, hasilnya akan lebih besar.
Hal hal yang perlu dilakukan pemerintah ke depan adalah mendukung konsep pertanian organik tersebut dengan cara:
  1. Memberikan bimbingan kepada petani melalui kelompok kelompok pertanian, dari mulai pembuatan pupuk sampai dengan panen.
  2. Memberikan asuransi pertanian kepada petani, dengan pemerintah membayarkan premi nya. Misalkan biasanya petani memperoleh hasil 10 ton gabah per 1 hektar sawah, maka ketika hasilnya kurang dari 10 ton, petani akan mendapatkan ganti dari pihak asuransi. Dan ini tentunya harus melalui kelompok tani yang mampu membimbing petani menghasilkan panen sebanyak  itu. Hal ini pernah diusulkan oleh "Ayah Manjel" (Praktisi Pertanian Organik - Pembina kelompok JKMP4 - Jaringan Komunitas Masyarakat Peduli Perikanan Pertanian dan Peternakan) Melalui group FB: Solusi Petani Organik
  3. Menjamin ketersediaan pasar dan menjamin harga dengan membentuk suatu wadah yang besar untuk memutus rantai pemasaran (tengkulak) sehingga bisa lebih menguntungkan dari segi produsen dan konsumen.
Berikut bebrapa petikkan yang saya ambil dari group facebook "Solusi Petani Organik":
  1. Manjel Dech cuma satu.. cara untuk merubah system yg sekarang dilakukan kebijakan pemerintah : buat pertanian kita BEP di lapangan lebih murah daripada harga import sekalipun, jadi mau alasan apapun produk petani kita tetap bisa bersaing baik harga maupun mutu. Hanya dengan itu, dan insyaallah JKMP4 bentar lagi akan mewujudkan semua itu .. insyaallah !!! Yuk kuatkan barisan .. kita buat pabrik pupuk murah dan berkualitas untuk petani shg cost produksi bisa benar2 turun dan kecil. Kemaren dah kita coba salah satunya cabe BEP yg biasanya di peani 5000 - 6000 dah bisa kita tekan menjadi 1000 sj .. jual harga 1500 pun petani masih untung .. masih sanggup nanti kita bersaing dengan harga import sekalipun .. semangat !!
  2. Manjel Dech amin .. sebenarnya bukan bandel, tp justru ingin mengembalikan cara bertani yg sebenarnya. Kejadian OPT yg semakin sulit dikendalikan berawal dari pemikiran instan selepas 1984 dimana swasembada beras jadi priorotas namun akhirnya keblablasan penggunaan pestisida dan anorganik yg berlebihan.. dan kerusakan dirasakan sampai sekarang.70% lahan kita dah sakit kritis, 20% sakit hanya 10% lahan pertanian yg masih dianggap cukup baik.. jika tidak dimulai dari sekarang, mungkin 10 thn mendatang lahan pertanian kita ntah gmn nasibnya
  3. Manjel Dech dengan luas lahan yg sekarang dah semestinya kita pengeekxpor beras terbesar di dunia jika minimal hasilnya 14 ton/ha
Mudah mudahan konsep pertanian organik ini bisa didukung dan digalakkan oleh presiden terpilih kita nanti. Salam Revolusi Pretanian.

Mukhlis.

Sunday, July 7, 2013

Menjaga nilai nilai ibadah puasa

Menjalankan ibadah puasa, terutama di bulan Ramadhan adalah sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam yang memenuhi syarat. Tujuan utama diperintahkannya ibadah puasa Ramadhan sendiri adalah agar manusia bertaqwa kepada Allah SWT, sebagaimana firmannya dalam surat Al-Baqarah Ayat 183 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah: 183)

Di sisi lain, ibadah puasa juga mengajarkan kepada kita agar kita bisa merasakan penderitaan dan rasa haus serta lapar orang orang yang kurang beruntung. Jika kita renungkan salah satu tujuan ini, sepertinya ada yang kurang 'sreg' ketika banyak orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan bermewah mewah seperti dengan berbelanja yang berlebihan dengan dalil persiapan puasa, mempersiapkan menu yang "lebih" untuk berbuka puasa dan lain lain.

Nilai nilai puasa yang notabene menjauhi hal hal yang bersifat hawa napsu seakan tidak nampak ketika kita menyikapinya dengan segala sesuatu yang sebenarnya berlebihan (walaupun kadang kita tidak menyadarinya).

Contohnya adalah kesederhanaan dalam berbuka puasa, sepertinya jarang sekali kita jumpai orang orang disekitar kita yang tidak menyiapkan menu menu khusus untuk berbuka puasa. Sehingga tidak jarang pengeluaran di bulan Ramadhan justru lebih banyak daripada bulan bulan lainnya. Seharusnya dari sini kita bisa lebih merenungi makna dan tujuan kita berpuasa yang salah satunya adalah melatih kesederhanaan dan mengendalikan hawa napsu.

ini pendapatku, apa pendapatmu?


Thursday, June 13, 2013

Mahasiswa membela rakyat. Rakyat yang mana?

Saya prihatin melihat hobi mahasiswa sekarang yang hobi merobohkan pagar dan memblokade jalan. Dengan dalih mengaspirasikan suara rakyat, mereka berbuat rusuh dan anarkis. Entah karena media yang membesar besarkan atau memang demikian adanya. Sebenarnya suara rakyat yang mana yang mereka bela?  Jika memang harus ada demonstrasi seharusnya mahasiswa jurusan ekonomi lah yang pertama demo, bukan mahasiswa jurusan ilmu politik. Sebagai pekerja swasta kadang sering terganggu jika ada pemblokiran jalan. Mungkin mereka tidak menyadari kalo kami juga harus menghidupi keluarga.

ini pendapatku, apa pendapatmu?

Tuesday, June 11, 2013

Agama adalah jawabannya

Banyak sekali persoalan yang terjadi dalam kehidupan ini. Mulai dari masalah pergaulan dan kehidupan sehari hari sampai kepada masalah hukum. Jika kita perhatikan sesungguhnya sudah banyak sekali penegak hukum dan undang undang yang mengatur agar hidup manusia dalam bermasyarakat aman tentram dan damai. Namun entah kenapa kejahatan dan persoalan lain ibarat rumput yang tumbuh di musim hujan.

Jika kita cermati, kita sebagai umat beragama sebenarnya sudah diajarkan banyak sekali kebaikan dan aturan aturan. Sebenarnya jika kita taat kepada agama, maka tidak diperlukan lagi peraturan peraturan ataupun perundang undangan dan hukum karena setiap dari masing masing kita mempunyai kesadaran dan tanggung jawab moral.

Banyaknya tindak kejahatan ataupun kriminalitas membuktikan bahwa kita tidak patuh terhadap aturan aturan agama kita. Moral dan sopan santun kita sudah banya terkikis sehingga tidak lagi mengindahkan aturan aturan yang seharusnya kita junjung tinggi, yaitu aturan agama kita.

ini pendapatku, apa pendapatmu?

Tuesday, April 23, 2013

Penghinaan terhadap Agama

Beberapa oknum dan provokator sering melakukan penghinaan penghinaan agama agama tertentu dengan berbagai media. Mulai dari menggunakan kata kata, gambar, film sampai kepada tindakan fisik.

Biasanya si pembuat gambar pelecehan agama menyebarkannya melalui media sosial dan mengajak yang lain untuk menyebarkannya dengan alasan telah melecehkan agama. Tentu saja dengan cara ini banyak yang terpancing emosi lalu berkomentar atau menyebarkannya. Namun tanpa mereka (si pengomentar) sadari bahwa

Monday, March 4, 2013

Tanggung jawab moral media

Setiap orang atau lembaga yang menjalankan usaha tentu saja tujuannya adalah untuk mencari keuntungan. berbagai cara, trik dan riset dilakukannya demi mendapatkan gambaran pasar yang potensial. Tak terkecuali di dunia media, rating biasanya dijadikan patokan apakah sebuah program dikatakan sukses atau tidak, dilihat dari tinggi atau rendahnya rating yang didapat. Semakin tinggi rating berarti semakin sukses pula sebuah program. Sehingga tidak jarang berbagai media banyak menayangkan program program yang tidak mendidik bahkan cenderung tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat. Namun karena rating yang didapatkan tinggi, maka program program tersebut semakin menjamur.