Tuesday, November 24, 2015

Pertanian yang Semakin Banyak Ditinggalkan


Indonesia termasuk negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama tanahnya yang subur makmur. Namun kekayaan dan kesuburan tanah itu sepertinya belum bisa dimanfaatkan dengan baik. 
Suburnya tanah di Indonesia seharusnya bisa menjadikan profesi pertanian menjadi salah satu idola. Namun kenyataannya justru sebaliknya, pertanian adalah salah satu bidang yang menurut pandangan orang tua kita adalah sesuatu yang jangan sampai diwariskan ke anak2nya. Ini realita, hampir terjadi di selurih Indonesia. 
Pertanyaannya adalah kenapa bidang pertanian menjadi hal yang terpinggirkan? Alasannya sederhana, para orang tua yang terbiasa di dunia pertanian merasakan betul menjadi seorang petani itu sangat tidak menjanjikan dalam hal perekonian. Disamping itu seorang petani juga tidak mempunyai kekuasaan apapun teehadap profesinya. Bagaimana tidak, disaat petani mulai bertanam, mereka perlu membeli pupuk yang harganya sudah ditentukan oleh produsen pupuk, kemudian dengan susah payah merawat tanaman, jika beruntung petani bisa memperoleh hasil panen. Namun hasil panen itu mereka jual sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan oleh para tengkulak. 
Mereka tidak bisa menentukan harga jual dari barang yang mereka peoduksi. Itupun kalau panennya berhasil. Banyak petani yang sudah keluar modal banyak namun gagal panen. Hal2 semacam itulah diantaranya yang menjadikan profesi sebagai petani banyak ditinggalkan. 
Namun sebetulnya hal2 semacam itu seharusnya bisa dihindari atau minimal di kurangi sehingga petani bisa merasakan hasil dari keeih payahnya. 
Di sambung artikel berikutnya ya.....

I am back

Rupanya sudah cukup lama saya tidak menulis di blog ini. Banyak sebenarny pendapat yang berputar di kepala, namun karena kesibukan dan kemalasan (hehe) jadi tidak sempat tertuang di blog ini. 
Insya Alloh ke depannya akan saya tulis berbagai pendapat itu ke dalam blog ini.
Insya Alloh.....

Tuesday, November 25, 2014

Kebijakan Baru Facebook

Memperbarui Ketentuan dan Kebijakan Kami: Membantu Anda Memahami Bagaimana Facebook Dijalankan dan Bagaimana Facebook Mengontrol Informasi Anda


Wednesday, October 22, 2014

Sesungguhnya Takdirmu bejalan dengan sangat sempurna

Sesungguhnya Takdirmu bejalan dengan sangat sempurna..
KetetapanNya untukmu pun tidak ada yang terlewatkan terkecuali karena ketidak pekaanmu dengan dirimu.
Kesedihan dan kegundahan hati itu karena engkau memilih jalan hidup sendiri, dan memenuhi hatimu dengan angan anganmu, seandainya hatimu kau penuhkan untuk namaNya dan kau ikhlaskan Alloh yang menunjukkan kehidupan ini niscaya engaku dalam kecukupan..
Jika kau paksakan takdir mengikuti kehendakmu dan engkau mempersalahkan hidupmu maka dirimu akan menjadi orang asing selamanya untukmu sendiri. Gelisah, ketakutan, kesedihan terhadap dunia ini akan senantiasa menyatu dengan hatimu. Tetapi jika kau mencintai takdirmu ;

Keyakinan memahami takdir, keyakinan mengambil jalan yang mendekatkan diri kepada Nya

Dialog Kehidupan :

Mungkinkah perjalanan ini masih panjang de..
insyaAlloh mas.. jika umur kita seperti rasulullah maka baru setengah perjalana waktu kita.
Kira kira apa yang belum kuat dalam diri kita.??
Banyak mas tapi yang paling utama menurut pribadi saya keyakinan kita mas yang belum kuat.
Keyakinan apa de.?
Keyakinan memahami takdir, keyakinan mengambil jalan yang mendekatkan diri kepada Nya.

KISAH KEHIDUPAN - Sesungguhnya Takdir itu tetap, proses menemuinya adalah pilihan

KISAH KEHIDUPAN :
..
Kala itu keadaan ekonomiku mengharukan untuk ku ungkapkan, aku takut untuk menceritakannya disini karena khawatir Alloh murka denganku karena aku mengeluh..
Aku putuskan untuk mencari penghidupan dikota, kutinggalkan anak istriku karena aku tidak memiliki apapun dalam perjalananku ke kota dan belum ada tempat tinggal yang pasti dikota.
Berjalannya waktu berlalu ekonomiku membaik untuk keluargaku, kucukupi anak-anakku, segala puji untukNya dengan rahmat itu. Setiap hari kutanyakan keadaan anak istriku melalui telpon. 


Monday, August 18, 2014

Terkadang kita terlalu mengkhawatirkan hal hal yang sebenarnya itu adalah ambisi kita

Berangkat kerja dengan hati yang agak kesel karena habis antar anak ke sekolah, tapi kok dia malah takut dan maunya ditemenin terus sama mamanya. Saya merasa kalau anak saya ini cengeng dan terlalu sensitif. bukan hanya di sekolahan namun di kehidupan sehari hari. Sedang merasa seperti itu, di kantor tiba tiba muncul di beranda Facebook tulisan yang seolah olah menegur saya. Apakah ini merupakan nasihat dari Nya? Maafkan orang tuamu nak.|

Berikut cuplikan tulisannya yang saya ambil dari Fans Page "Anakku Anak Berkarakter" :

IBU INIPUN TAK KUASA MENAHAN TANGISNYA 

Suatu hari seorang ibu curhat mengenai anaknya yang dia anggap sangat ‘cengeng’ dan sensitif. Sebut saja Dita namanya. Dia duduk di kelas 5 SD di sebuah sekolah swasta. Anak bungsu dari 3 bersaudara. Si Ibu geregetan sekali melihat anaknya yang terlihat terlalu ‘lemah’ ini. Si anak ini sangat sensitif dan mudah sekali menangis. Dia bingung bagaimana anaknya nanti menjalani kehidupan. Beda sekali dengan dua kakaknya yang kelihatan lebih tangguh. Si ibu ini bercerita panjang lebar tentang pengalamannya dulu dididik oleh orang tuanya dengan keras & ‘sangat disiplin’, sehingga ia punya mental yang kuat dan bisa sukses di karirnya . Si Ibu inipun ingin menanamkan cara mendidik orangtuanya kepada anak2nya.

Setelah si ibu ini bercerita panjang lebar, kamipun bertanya “ Ibu boleh saya bertanya?…, anak ibu ini suka main sama anak2 kecil nggak?”

Si Ibu dengan muka agak sewot menjawab “ Iya bu, Justru itu yang membuat saya heran dan marah. Kok dia mainnya selalu sama anak-anak dibawahnya. Dia hampir tidak punya teman sebaya. Saya takut sekali dia nanti tidak dewasa2 dan tambah cengeng. “

Kami bertanya lebih lanjut “Terus Dita ini suka sama binatang peliharaan ya?”

Si ibu kembali menjawab “ Iya bu, dia itu memang sangat penyayang sama binatang. Tapi kadang2 saya lihat suka kelewatan juga. Dia suka ngajak binatang peliharanya ngobrol, bahkan kadang suka dia bawa ke tempat tidurnya. Terus makanan yang harusnya untuk dia, malah dia kasih ke binatang peliharaannya. Saya kadang2 suka kesel lihat kelakuannya yang aneh2“

Setelah menanyakan beberapa pertanyaan lebih lanjut, kami menyimpulkan bahwa Dita adalah anak yang luar biasa.
Kamipun langsung menyalami si ibu ini “Selamat ya bu, ibu punya anak yang luar biasa sekali. Kalau saya punya anak seperti Dita saya pasti akan sangat senang sekali”

“Loh kok gitu bu ?”

“Ibu, percaya deh sama saya ……kalau nanti ibu sudah tua, saya yakin sekali Dita inilah satu2nya anak ibu yang dengan sabar dan penuh kasih sayang mau merawat dan mengurusi kedua orang tuanya saat sakit2an”

Tiba2 si Ibu ini terdiam tidak mampu berkata apa2. Dia baru teringat saat Dita masih kecil, cuma ia anak yang selalu ingin memeluk & menciumi ibunya terus menerus. Namun Dita kini sudah berubah jadi anak yang diam dan tidak lagi hangat seperti dulu kepada ibunya. Perlahan2 air matanya pun mulai mengembang dan akhirnya si ibu tidak kuasa menahan tangisnya .

Sesampai dirumah, si Ibu ini bercerita kalau ia langsung memeluk dan menciumi Dita ….

(Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata di ruang konsultasi parenting)
Mudah mudahan menjadi inspirasi kita semua.